Pengenalan Intelegensi Agents(M2)
Pengertian sebuah Agent adalah segala sesuatu yang
dapat dipandang sebagaimana mengamati lingkungannya melalui sensor dan
bertindak atas lingkungan yang melalui efektor. Agen manusia memiliki mata,
telinga, dan organ lain untuk sensor, dan tangan, kaki, mulut, dan bagian tubuh
lainnya untuk efektor. Sebuah pengganti agen robot kamera dan berbagai pencari
inframerah untuk sensor dan berbagai motor untuk efektor. Dapat digambarkan
secara sederhana sebagai berikut
Dalam kecerdasan buatan, Intelligent Agent (IA) adalah sebuah entitas
otonom yang mengamati dan bertindak atas lingkungan (yaitu membutuhkan agen)
dan mengarahkan aktivitasnya untuk mencapai tujuan yaitu rasional. Intelligent agen juga dapat
belajar atau menggunakan pengetahuan untuk mencapai tujuan mereka. Russell
& Norvig (2003) mengartikan Rational Agent
yang mengerjakan segala sesuatu hal dengan benar. Karakteristik Agent
Wahono (2001) merangkum karakteristik yang dimiliki
software-software agent saat ini :
1.
Autonomy
Agent harus dapat melakukan tugas secara mandiri
tanpa dikontrol secara langsung oleh user, agent lain ataupun oleh lingkungan
(environment). Woolridge et al., (1995) menyatakan agent harus dapat mengontrol
aksi yang mereka perbuat. Dan kemampuan ini berbanding lurus dengan
intelligence dari agent.
2.
Intelligence, Reasoning dan Learning
Karakteristik ini merupakan karakteristik dasar
untuk bisa disebut agent. Pada konsep intelligence, ada tiga komponen yang
harus dimiliki : internal knowledge base, kemampuan reasoning berdasar pada
knowledge base yang dimiliki dan kemampuan learning untuk beradaptasi terhadap
lingkungan.
3.
Reactivity
Karakteristik
agent yang lain adalah kemampuan
untuk bisa cepat beradaptasi dengan adanya perubahan informasi yang ada didalam
suatu lingkungan (environment). Lingkungan itu bisa mencakup: agent lain, user, adanya informasi dari luar,
dsb (Brenner et. al., 1998)
4.
Proactivity dan Goal-Oriented
Proactivity boleh dikata adalah kelanjutan dari
sifat reactivity. Agent tidak hanya dituntut bisa beradaptasi
terhadap perubahan lingkungan, tetapi juga harus mengambil inisiatif langkah
penyelesaian apa yang harus diambil
(Brenner et. al., 1998). Untuk itu
agent harus didesain memiliki
tujuan (goal) yang jelas, dan selalu
berorientasi kepada tujuan yang diembannya (goal-oriented).
5.
Communication and Coordination Capability
Agent harus memiliki kemampuan berkomunikasi dengan
user dan juga agent lain. Misalkan masalah komunikasi dengan user
(termasuk user interface dan perangkatnya), kemudian masalah koordinasi, dan
kolaborasi dengan agent lain menjadi isu penting dalam pengembangan Multi Agent
System (MAS). Untuk dapat berkoordinasi dengan agent lain dalam menjalankan
tugas, diperlukan bahasa standard untuk berkomunikasi. Salah satu contoh bahasa
dan protokol komunikasi antar agent adalah Knowledge Query and Manipulation
Language (KQML) dan Knowledge Interchange Format (KIF).
Tipe Program Agent
1.
Simple Reflex Agent
Merupakan agent yang bekerja berdasarkan reflex.
Contohnya, sebuah driver agent(supir taxi otomatis), harus memberikan reflex
mengerem ketika terdapat mobil yang berhenti didepanya.
2.
Agent That Keep Track the World
Merupakan agent yang tetap melakukan pengecekan
terhadap keadaan lingkungan, sehingga dapat memberikan respon yang tepat.
3.
Goal based agent(Agent berbesis pada tujuan/sasaran)
Merupakan sebuah agent yang mendasarkan setiap
tindakannya untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Setiap agent akan
mempertimbangkan setiap kemungkinan yang akan terjadi pada mesa depan
berdasarkan tindakan yang akan/telah dilakukanya.
4.
Utility Based Agent
Merupakan sebuah fungsi yang memetakan suatu keadaan
kedalam bilangan real, yang menggambarkan derajak kesenangan/kepuasan. Sedikit
berbeda dengan Goal Based Agent, tipe ini tidak mengutamakan semua tujua,
tetapi akan mengutamakan tujuan mana yang mungkin tercapai berdasarkan kondisi
tertentu(tujuan kepuasan, kenyamanan, keefisienan).
Environment
(Lingkungan)
Lingkungan
sangat lah penting dalam proses perancangan sebuah agent. Hal ini dikarenakan
setiap tindakan yang akan dilakukan oleh agent harus mempertimbangkan kondisi
lingkungan. Terdapat beberapa kriteria pembegian lingkungan.
1. Accessible (dapat diakses)
Jika
sensor agent dapat mendeteksi semua keadaan lingkungan, terutama yang
berhubungan dengan pengambilan keputusan.
2. Deterministic
Merupakan
suatu lingkungan dimana lingkungan yang akan dating ditentukan oleh keadaan
saat ini dan setiap aksi yang dilakukan oleh agen saat ini.
3. Dynamic
Suatu
lingkungan yang keadaanya selalu berubah-ubah.
4. Discrete (diskrit)
Keadaan
dimana lingkungan saat ini dapat digambarkan dengan pasti, dengan tingkat
kesalahan seminimal mungkin.
Sumber :
http://ar-wdh.blogspot.co.id/2011/10/intelligent-agent-sebuah-teori.html
0 komentar:
Posting Komentar