BTemplates.com

Diberdayakan oleh Blogger.

Senin, 17 Oktober 2016

Pengenalan Intelegensi Agents(M2)




Pengertian sebuah Agent adalah segala sesuatu yang dapat dipandang sebagaimana mengamati lingkungannya melalui sensor dan bertindak atas lingkungan yang melalui efektor. Agen manusia memiliki mata, telinga, dan organ lain untuk sensor, dan tangan, kaki, mulut, dan bagian tubuh lainnya untuk efektor. Sebuah pengganti agen robot kamera dan berbagai pencari inframerah untuk sensor dan berbagai motor untuk efektor. Dapat digambarkan secara sederhana sebagai berikut

Dalam kecerdasan buatan, Intelligent Agent (IA) adalah sebuah entitas otonom yang mengamati dan bertindak atas lingkungan (yaitu membutuhkan agen) dan mengarahkan aktivitasnya untuk mencapai tujuan  yaitu rasional. Intelligent agen juga dapat belajar atau menggunakan pengetahuan untuk mencapai tujuan mereka. Russell & Norvig (2003) mengartikan Rational Agent  yang mengerjakan segala sesuatu hal dengan benar. Karakteristik Agent
Wahono (2001) merangkum karakteristik yang dimiliki software-software agent saat ini :

1.      Autonomy
Agent harus dapat melakukan tugas secara mandiri tanpa dikontrol secara langsung oleh user, agent lain ataupun oleh lingkungan (environment). Woolridge et al., (1995) menyatakan agent harus dapat mengontrol aksi yang mereka perbuat. Dan kemampuan ini berbanding lurus dengan intelligence dari agent.

2.      Intelligence, Reasoning dan Learning
Karakteristik ini merupakan karakteristik dasar untuk bisa disebut agent. Pada konsep intelligence, ada tiga komponen yang harus dimiliki : internal knowledge base, kemampuan reasoning berdasar pada knowledge base yang dimiliki dan kemampuan learning untuk beradaptasi terhadap lingkungan.

3.      Reactivity
Karakteristik  agent  yang lain adalah kemampuan untuk bisa cepat beradaptasi dengan adanya perubahan informasi yang ada didalam suatu lingkungan (environment). Lingkungan itu bisa mencakup:  agent lain, user, adanya informasi dari luar, dsb  (Brenner et. al., 1998)

4.      Proactivity dan Goal-Oriented
Proactivity boleh dikata adalah kelanjutan dari sifat  reactivity.  Agent tidak hanya dituntut bisa beradaptasi terhadap perubahan lingkungan, tetapi juga harus mengambil inisiatif langkah penyelesaian apa yang harus diambil  (Brenner et. al., 1998). Untuk itu  agent  harus didesain memiliki tujuan  (goal) yang jelas, dan selalu berorientasi kepada tujuan yang diembannya (goal-oriented).

5.      Communication and Coordination Capability
Agent harus memiliki kemampuan berkomunikasi dengan user dan juga  agent  lain. Misalkan masalah komunikasi dengan user (termasuk user interface dan perangkatnya), kemudian masalah koordinasi, dan kolaborasi dengan agent lain menjadi isu penting dalam pengembangan Multi Agent System (MAS). Untuk dapat berkoordinasi dengan agent lain dalam menjalankan tugas, diperlukan bahasa standard untuk berkomunikasi. Salah satu contoh bahasa dan protokol komunikasi antar agent adalah Knowledge Query and Manipulation Language (KQML) dan Knowledge Interchange Format (KIF).

Tipe Program Agent

1.      Simple Reflex Agent

Merupakan agent yang bekerja berdasarkan reflex. Contohnya, sebuah driver agent(supir taxi otomatis), harus memberikan reflex mengerem ketika terdapat mobil yang berhenti didepanya.

2.      Agent That Keep Track the World

Merupakan agent yang tetap melakukan pengecekan terhadap keadaan lingkungan, sehingga dapat memberikan respon yang tepat.

3.      Goal based agent(Agent berbesis pada tujuan/sasaran)

Merupakan sebuah agent yang mendasarkan setiap tindakannya untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Setiap agent akan mempertimbangkan setiap kemungkinan yang akan terjadi pada mesa depan berdasarkan tindakan yang akan/telah dilakukanya.

4.      Utility Based Agent

Merupakan sebuah fungsi yang memetakan suatu keadaan kedalam bilangan real, yang menggambarkan derajak kesenangan/kepuasan. Sedikit berbeda dengan Goal Based Agent, tipe ini tidak mengutamakan semua tujua, tetapi akan mengutamakan tujuan mana yang mungkin tercapai berdasarkan kondisi tertentu(tujuan kepuasan, kenyamanan, keefisienan).

Environment (Lingkungan)

Lingkungan sangat lah penting dalam proses perancangan sebuah agent. Hal ini dikarenakan setiap tindakan yang akan dilakukan oleh agent harus mempertimbangkan kondisi lingkungan. Terdapat beberapa kriteria pembegian lingkungan.

1.      Accessible (dapat diakses)

Jika sensor agent dapat mendeteksi semua keadaan lingkungan, terutama yang berhubungan dengan pengambilan keputusan.

2.       Deterministic

Merupakan suatu lingkungan dimana lingkungan yang akan dating ditentukan oleh keadaan saat ini dan setiap aksi yang dilakukan oleh agen saat ini.

3.      Dynamic

Suatu lingkungan yang keadaanya selalu berubah-ubah.

4.      Discrete (diskrit)

Keadaan dimana lingkungan saat ini dapat digambarkan dengan pasti, dengan tingkat kesalahan seminimal mungkin.


Sumber :
http://ar-wdh.blogspot.co.id/2011/10/intelligent-agent-sebuah-teori.html

0 komentar:

Posting Komentar